Sepenggal Jawab Lelaki

Tuesday, November 22, 2005



By Sam (22112005.0920)
Secarik Cerita


“Kamu mencintaiku?” Tatap Gadis pada Lelaki kekasihnya.
“Ya” Dengan pelan Lelaki menjawab sembari merapatkan tangkupan tangan Gadis di genggamnya.

Lelaki tahu bukan hanya Gadis, diapun merasakan beratnya memberi jarak pada hubungan mereka. Masalah klise bila pria berkempatan membentangkan sayap sementara wanita harus rela terpasung menunggu di ujung dapur. Lelaki tak ingin kehilangan saat dimana dia bisa merasakan dekap dan aroma tubuh gadis. Aroma yang akan menjadi rindunya di seberang nantinya.

“Kenapa kau mencintaiku, Lelaki?” Gadis kembali mengulang tatapnya.
“ ..........”

Logika lelaki dipermainkan dengan pertanyaan-pertanyaan gadis yang sangat berjiwa kini. Sungguh … mulutnya tercekat untuk bisa menjawab secara tepat. Bahasa hidupnya sedemikian beda dengan yang Gadis punya. Mestinya Gadis tak perlu menanyakan kenyataan yang telah ada di pelupuk matanya, akh … namun mungkin bukan esensi itu yang ingin dia dapatkan. Kepastian akan pengakuan … mungkin itu yang sebenarnya ingin dia dengar! Lelaki surut untuk tidak mendebatkan pertanyaan Gadis.

“Karena 3 hal aku mencintaimu” Jawab Lelaki akhirnya.
Mata gadis berbinar, senyumpun tersungging manis menanti Lelaki kembali membuka mulut.
“Pertama … karena aku mencintaimu!”
“Kedua …. Karena aku mencintaimu!”
“Terakhir?” Gadis mengernyit.
“Karena tak lain, aku mencintaimu!”

Bahasa tubuh Gadis melambai menebarkan bahagia. Tiupan angin di dermaga sore ini menyerbakkan wanginya. Lelaki tak peduli berapa pasang mata melihat mereka. Pelabuhan seakan sepi hanya menjadi milik mereka. Meski ada beratus diantara mereka yang akan bersamanya bertolak dari pelabuhan Makasar ini ke Surabaya. Kembali lelaki tak peduli. Dia hanya ingin mengenang ini saat dirantaunya nanti.

“Lelaki….” Ucap lirih Gadir di sandar bahu Lelaki.
“ya… Gadis!”
“Bertahun nanti kau akan kembali, dan pastikah kau akan menjadikanku rusukmu?”
“Tentu dan kuingin saat itu kau ada untuk menungguku”
“Lalu … apa yang kau bawa untuk meminangku?”
“Kuakan kembali dengan kemakmuran, melepaskanmu dari kesusahan,”
“Kasihku kemakmuran hanyalah hiasan ragaku, tak adakah sesuatu yang lain yang membuatku lebih pantas dilihat?”
“Kalau begitu akan kubawakan cintaku utuh untukmu,”
“Mmm …. hiasan cinta memang lebih dari cukup untuk aku terima tapi adakah sesuatu yang bisa membuatku lebih pantas untuk dilihat?”

“………………………..…..” Lelaki tak bisa menjawab. Dia hanya mampu untuk melambaikan tangan saat dirinya naik tangga menuju kapal. Ditengah galaunya dia hanya sempat mendengar bisik Gadis sebelum dia berlalu “Kirimkan aku jawab sebelum saat meminangku tiba, lelaki!”

……………..

Tak hanya Lelaki, Gadispun jelas mengingat pinta dan harapnya 4 tahun lalu. Di sini di pelabuhan Makasar!. Gadis erat menggenggam surat yang sedari pagi diterimanya. Berdiri dia tepat di tempat saat mereka berpisah, tepat ditempat dia pintakan jawab kekasihnya. Disini dia ingin mendengar jawab Lelaki. Ditempat dimana diapun masih mengingat aroma dan desah nafas terakhirnya.



Gadisku, ….
Purnama nanti aku akan menjemputmu ... meminangmu.
Bagimu kubawakan diriku sebagai IMAM-mu,
Semoga ini pantas kau kenakan sehingga kau layak dilihat oleh kerabatmu.
Juga oleh Dia, Tuhanmu!

Lelaki



Gadis tertunduk, matanya berkaca menyimpan bulir mutiara …

posted by Be Samyono @ 11/22/2005 10:54:00 AM -

14 Comments:

Blogger mamat ! said...

kira-kira endingnya akan gimana nih ?
Apakah Lelaki jadi melamar Gadis ? Atau si Lelaki malah tergoda wanita lain di Surabaya ?

SAlut lagi deh pokoknya.
Ini cerita dari bab berapa ?

11:30 AM  
Blogger -syl- said...

Kereeenn. Jadi ntar malem bulan purnama mo dateng ke rumah nih Sam? HAHAHHAA..!!

2:35 PM  
Blogger Sam said...

To mamat:
ini bukan dari bab lagi tapi dari ayat kesekian kekeke. Yang pasti gadis ketepatan dari jawaban lelaki, bahwa hidup harus pantas dimata manusia juga mata tuhan :)

To Syl:
Sayang Syl nanti malam bukanlah malam purnama...kita tunggu bulan depan :)

3:01 PM  
Blogger unai said...

Sam, bulir mutiara disimpan di pelupuk mata? apa ndak kelilipan tuh ?
BTW...bagus banget ceritanya...dan aku berasa jadiGADIS nya hihihi

12:07 PM  
Blogger Luigi said...

As people says: Women are from Venus, and Mean are from.. Liberia? :).. Sam, I am trying and have been trying to echoing love since then.. I guess the frequency is yet matched..

Am now in Accra, Ghana for a transit and will be connecting under UN plane later this afternoon. Wish me the best of luck and safety - so I can be with the family and you all soon, in June 2006-Insyallah.

10:29 AM  
Blogger blossom said...

ayo segera cari penerbit..dan dibukukan...duch crita ini kok jd kek relkesi diri yach..*deuh yg berasa jauh2an nich*
hmm kira2 ntar bakalan happy ending, sad ending ato justru malah tak berending *nebak*

11:48 AM  
Blogger It's just me said...

merinding aku baca syairnya....tadinya kupikir si gadis nih cewek matre secara dia minta sesuatu yang membuatnya lebih pantas dilihat *keknya bercermin dari diriku deh :P*...ternyataaaaa......salut sam...

12:53 PM  
Blogger karena manusia BERUBAH. . . said...

keren bung...
apakah suatu saat nanti akan ada yang memberikan syair itu buatku?
hehehe...

1:33 PM  
Blogger retnanda said...

ehem
ehem...
eheheheh!!!!

2:42 PM  
Blogger iluvnyc said...

pretty goooooddddddddd ;)

10:52 PM  
Blogger Kasih said...

erm.. nice.. but i like the last part.... woaa kalo aku dapat msg seperti itu.. dunia ini ana yang punyaaaaaaaaaa!!!!

7:56 AM  
Blogger Shendy said...

eeh..ini kisah nyata bukan. kalo iya, saya mo kasi selamat :D

11:53 AM  
Blogger alee said...

aku jadi ingat sabda rasululloh: "cintai dan bencilah segala sesuatu krn Allah"

12:32 AM  
Blogger dodY said...

cinta tak butuh alasan!

mencintai secara tulus karena alasan cinta itu sendiri...

4:37 PM  

Post a Comment

<< Home