Ribet Bundet Dengan Teknologi

Thursday, October 20, 2005


By Sam (18102005.21.50)
Secarik Perenungan

Tak ada yang menyangkal keberadaan teknologi amat lekat dalam kehidupan kita. Kepraktisan, kecepatan, kemudahan adalah hasil lain dari keberadaannya. Makin haripun teknologi bukan lagi identik dengan sesuatu yang besar namun sebaliknya kecil, kompak dan paduan macam fitur. Komputer dengan layar tabung telah tergantikan dengan layar plasma, handphone tak lagi hanya untuk komunikasi semata, kini dengan handphone memotret, mendengarkan radio bahkan mengetahui siklus bulananpun bukan hal yang jamak lagi. Bahkan sekarang kegunaan laptop sudah banyak tergantikan oleh PDA, Walkmanpun telah jauh tertinggal oleh I-Pod dan Kamera bernegatifpun telah ditinggalkan secara perlahan.

Tak ada pilihan, sedikit banyak akupun ikut tergiur dengan maraknya teknologi praktis yang diluncurkan beberapa tahun belakangan ini. Untuk usaha percetakanku misalnya mulai dari computer, printer deskjet, printer laser hingga copy color berjajar menyesuaikan keinginan konsumen. Sementara untuk mainan menjejal di tas ranselku seperti laptop, PDA, kamera digital, handy cam, handphone dan juga MP3 palyer. Semua aktif aku gunakan dan sekali lagi tak dapat kupungkiri aku tergantung padanya.

Belakangan aku sadari bahwa kepraktisan dan kemudahan dengan adanya alat-alat high tech ini ternyata harus dibayar hal lain yang justru tak memberikan kenyamanan atau bisa dibilang justru memberatkan. Taruh kata bila aku pulang ke jogja setiap bulannya. Selain peralatan pribadi dan bawaan wajib lainnya kini tak hanya mainan teknologiku yang harus aku bawa tapi juga peralatan penunjang lainnya macam charger! Bila aku sertakan PDA, kamera digital, handycam, dan handphone paling tidak aku sudah harus membawa empat macam charger. Belum lagi bila aku ingin bekerja maksimal, keybord PDA, cradel, USB FlashDisk, dan beberapa kabel lainnya harus menyesaki travel backku. Duh! Bisa dibayangkan beratnya.

Itu baru untuk mainanku, belum bila memikirkan kantorku. Dengan adanya 2 komputer, 3 printer yang beda tipe dan kegunaannya plus peralatan tambahan seperti Bluetooth, web camera, card rider, jaringan internet dan scanner juga flashdisk cukup membuat aku pusing. Setidaknya dipusingkan dengan banyaknya kabel yang malang melintang menghubungkan alat satu dengan lainnya. Dan harus ditambah lagi dengan berbelas driver disk yang harus aku install dan simpan untuk memastikan semua peralatan tambahan itu bisa bekerja dengan proposional. Al hasil pernah seharian aku tak bisa bekerja karena diribetkan oleh tetek bengek urusan perkabelan dan sambung-menyambung yang tak ada ujungnya.

Konyolnya lagi karena aku bekerja di beberapa peralatan yang berbeda maka seringkali aku harus menyamakan data dibeberapa alat tersebut agar selalu up to date. Syncronisasi adalah jalan yang harus dilakukan dan ini cukup ribet karena salah-salah data yang harusnya di update malah terhapus! Plus bila ingin semuanya tersave rapi aku harus punya back up setiap jangka waktu tertentu. Belum lagi aku harus mempunyai box khusus untuk menyimpan semua macam cradel, kabel hingga berpuluh disk driver, bila aku tak ingin peralatan ini tercecer dan lupa taruh. Lucunya lagi seakan waktuku banyak untuk melakukan tugas rutin yang hampir sama setiap harinya.... apalagi kalau bukan men-charge alat-alat ini. Duh-duh duh!

Ternyata seperti juga pisau bermata dua. Teknologi bisa identik dengan kemudahan namun disisi lain kitapun harus cukup maklum dengan keribetan yang menyertainya. Masih untunglah kita cuman ribet. Coba bila tak ada teknologi mungkin pula kita tak hanya ribet semata tapi juga bundet dan mumet .... !!!

Image hosted by Photobucket.com

posted by Be Samyono @ 10/20/2005 08:02:00 AM -

4 Comments:

Blogger mamat ! said...

Teknologi sebenarnya diciptakan untuk memberikan kemudahan kan ? So .. biar gampang sih ada sebuah alat yang bisa mengakomodir kebutuhan kita, seperti kantong Doraemon.
BUt anyway, segala kemudahan itu layaknya disikapi dengan bijaksana kan ?

8:32 AM  
Blogger Sam said...

Kantong doraemon emang paling praktis ya. Setidaknya kita cuman modal kue dorayaki ditanggung yang empunya kantong akan mengikuti kita setiap hari

9:18 AM  
Blogger retnanda said...

hehehe
sam sam
mau aja dikerjain sama teknologi..
buat aku mah..
selalu aspek fungsional yang aku utamakan..
tak peduli ada tetek bengek lain..kalau ternyata fungsinya sama aja.. ya... ndak peduli..
ehehehe
..
ini mah pikirannya emak emak..
beda kan sama pemikiran anak muda spt kamu

2:45 PM  
Blogger Sam said...

walah mbakyu ini kok selalu bilang kalo udah emak2 loh. Yo wis emak yang cantik... :).

taruhan kalo yang di tulis ini teknologi mobil aku yakin komentarnya bakal beda ya mbak hahaha.

3:16 PM  

Post a Comment

<< Home