Full Story Ramayana Ballet

Sunday, September 04, 2005

By Sam (04092005.21.07)

Terlalu dini sepertinya kedatanganku dan keluargaku berdelapan ke komplek Ramayana Ballet yang berada tepat di sebelah barat komplek Candi Prambanan sore ini. Jam masih menunjukkan pukul 18.15 sementara pertunjukan Ramayana Ballet baru akan dimulai 19.30 nanti. Cukup lama! Tapi kurasa keadaan ini malah memberikan keuntungan disamping kami cukup leluasa untuk memilih tempat duduk, bebas dari macetnya jogja saat liburan panjang seperti ini juga kami bisa berfoto di beberapa sudut menarik dengan mudah. Dan yang tak kalah menariknya aku bisa meng-eksplore setiap sudut theater terbuka yang dibangun tepat dengan background Candi Prambanan yang bermandikan sorot lampu ini dengan bebasnya. Satu kesempatan yang langka!

Ramayana Ballet adalah pertunjukan sendratari kolosal dengan cerita epic Ramayana. Di jogja sendratari ini diadakan secara terjadwal di dua tempat. Selain di panggung amphi theater terbuka prambanan juga di gelar di Taman Hiburan Rakyat Purawisata. Setiap bulan bisa lebih dari 15 kali pagelaran ini digelar. Cerita yang disajikan diseling antara full story dan tiap fragmen seperti penggalan cerita anoman obong, rama tambak dan lain-lain. Beruntung malam ini kami bisa menyaksikan full story-nya. Untuk tiket tergolong mahal bagi wisatawan domestic. Kisaran 75 ribu hingga 150 ribu harus dikeluarkan perorang untuk pertunjukkan yang memakan waktu dua setengah jam ini. Tiket itu akan bertambah 15 ribu lagi bagi penonton dengan video shooting serta 2 ribu bagi pemegang kamera. Wajar bila terlihat di bangku VIP dan Klas 1 lebih banyak di duduki turis manca Negara. Bila ingin menikmati suasana lebih bisa kembali merogoh kocek 40 ribu untuk bisa menikmati santap malam di restoran yang cukup romantis dan representatif di area komplek ini.

Image hosted by Photobucket.com



Dengan mengambil background candi Prambanan panggung terbuka ini terkesan eksotik. Belum lagi tata lampu dan tempat duduk cukup memberikan warna lain. Dan yang lebih menarik panggung ini ditata sedemikian rupa sehingga para penari tak hanya muncul dari belakang panggung namun juga dari samping serta sudut diantara tempat duduk penonton. Aturan selama pertunjukanpun cukup ketat diberikan ke penonton sehingga focus kepada pertunjukan benar2 diutamakan. Sejauh ini tak ada rugi kurasa untuk melihat sisi lain pertunjukan budaya tradisional ini mengingat kemasannya yang begitu tertata dan professional.

Tepat pukul 19.30 seperti yang telah diagendakan pagelaran Ramayana Ballet ini dibuka dengan narasi singkat dalam 2 bahasa. Gamelan berkumandang mengiringi adegan awal yang berkisah bagaimana Rama memenangkan sayembara memperebutkan Shinta hingga pembuangan mereka ke hutan. Dan episode pertama ditutup dengan adegan anoman membakar kerajaan alengka denga visualisasi pembakaran jerami tepat di puncak panggung ... begitu mempesona! Setelah break 10 menit pertunjukan kembali dilanjutkan dengan adegan rama tambak dan diakhiri dengan adegan shinta membakar diri untuk membuktikan kesuciannya pada Rama. Tepuk panjang mengakhiri pertunjukan ini dan sebagai penutup penonton di perbolehkan naik panggung untuk berphoto bersama penari. Berebutlah penonton dengan antusias menuju panggung. Bisa dibayangkan penuhnya panggung begitu hampir 500-an penonton malam itu menyesakinya.

Banyak hal yang patut dicatat melihat pertunjukan malam ini, yang secara keseluruhan sangat memuaskan. Diantaranya, sisi akustik cukup prima tanpa noise sehingga gamelan dan suara sinden beradu dengan indah. Koreografi tarinyapun cukup indah dan dinamis, tak hanya menonjolkan seni klasik adiluhung tapi juga muncul humor-humor segar tari khususnya di adegan peperangan antara pasukan raksasa dan monyet serta aksi menarik dengan memanah betulan saat terjadi adegan perang. Busana penari tak kalah indah dipadu dengan make up artis yang tepat bagi keseluruhan tokoh. Dan yang terakhir penontonnya cukup kooperatif sehingga bisa menikmati pertunjukan yang tergolong “berat” ini dengan nyaman. Pendek kata pagelaran ini layak dan rekomended untuk ditonton. Jangan kawatir akan bingung dengan jalan cerita karena telah di sediakan sinopsis kecil gratis dalam beberapa bahasa.
Image hosted by Photobucket.com


Namun demikian alangkah hebatnya bila beberapa terobosan bisa segera di terapkan agar pagelaran ini lebih menarik lagi. Misalkan penambahan spesial efek sehingga beberapa adegan terasa hidup dan punya greget mengingat tari jawa begitu halus tak jarang rasa bosan seringkali hinggap dan menggiring kantuk untuk datang. Disamping itu arti kolosal yang ditonjolkan kurang punya greget mengingat jumlah penari yang hanya 50-an orang masih jauh dari kata “penuh” bagi besaran panggung yang maha besar dan belum memberi greget bagi adegan perang kolosal yang seringkali tampil antara pasukan monyet dan raksasa.

Bagi pengunjung satu rekomendasi untuk memilih tempat duduk di depan tengah merupakan satu keharusan, mengingat ini adalah pertunjukan panggung bukan bioskop. Selain bisa mudah dalam mengabadikan adegan dengan video kamera, untuk memfotopun tak perlu ragu akan hasilnya. Semua tahu bahwa kurangnya cahanya akan mempengaruhi kecepatan shutter dan kualitas gambar. Kecuali bila anda seperti photografer yang berdiri tepat di belakang saya. Dengan bantuan Tripot, Tele serta kamera SLR canggih, rasanya dia tak perlu membeli tiket VIP bila ingin mengabadikan semua adegan menarik sepanjang pagelaran ini.

Ini benar-benar membuat aku iri ...

posted by Be Samyono @ 9/04/2005 10:52:00 PM -

8 Comments:

Blogger mamat ! said...

waduh senangnya bisa nonton secara langsung. mudah2an gw juga bisa nonton deh.

btw ... gak perlu iri lah

9:38 AM  
Blogger retnanda said...

wah... jadi pengin cepet cepet balik kampung neh sam...
....

1:24 PM  
Blogger Nauval! said...

wah, indah! yang kaya gini bikin betah balik, bukti kalo pertunjukan kita emang layak tonton :)

5:06 AM  
Blogger Kasih said...

duhhhhhhhhhh, i missed that show last time!! oh man... next time i'll make sure that i'm not gonna miss it :) Insya Allah kalau ada rezeki ke Jogja lagi. Hopefully my bro's slr still can use, pasti photo2nya keren!!! woaaaaaaaa pengen nich!!!!!

9:27 AM  
Blogger -dimas hary- said...

Hwaduuhh .. ngiri banget yaakkk .. :( .. ntar pas libur sempat ngga yaa nonton ? .. pengen banget lhoo nonton this Ramayana ...

cheers,
-me-

5:58 PM  
Blogger blossom said...

jadi inget aku jugah pernah nari di festival borobudur....*wink wink masa kejayaan*

9:39 AM  
Blogger isna_nk said...

pengin banget bisa nonton ramayana ballet, dah lama di jogja tp lum sempet nonton.. ternyata bagus ya... :D

12:00 PM  
Blogger guario said...

pengen banget nonton ramayana.

isna, kamu keterlaluan deh:P

6:49 PM  

Post a Comment

<< Home