Behind The Scene [KDPI]

Thursday, September 01, 2005

By Sam (31082005.23.17)
KDPI [Kutitipkan doa pada ibuku]


Tengah bulan lalu, tepatnya 17 agustus pukul 20.23, jari tanganku ada di atas keyboard laptop menantikan perintah dari pikirku yang berputar mencari sebentuk ide. Untuk kutuang dan kuronce. Bukan inspirasi yang kudapat namun tanya-tanya kecil yang tak kutemui jawabnya. Tanda tanya akan makin senjangnya kata merdeka dengan apa yang kini dirasa warganya. Dirasa oleh orang-orang yang selama ini dikata hidup di bumi penuh limpahan namun nyatanya harus menahan perut yang makin kelapar dan hidup yang makin tertekan. Inikah cermin yang bisa dikata bahwa kita telah merdeka? Pada jawabnya kurasa Tuhan telah menyediakannya. Hingga batinku mengata merdeka kali ini bukan hura-hura yang mesti terlaksana namun satu doa yang mesti dikata. Doa keselamatan, bagi nurani bangsa yang telah terkoyak ...

Tepat 20.30 kutulis kata pertama. “Tuhan ...” dan kuakhiri tulisan ini dengan satu pinta tepat 15 menit kemudian. Bergegas aku tarik kabel telpon untuk menghubungkan ku dengan jaringan internet, tak berapa lama tulisanku telah terpublish di blogku. Sengaja tulisan ini kutuang untuk menyemarakkan 17-an di blogfam, dan tak ada keinginan lain kecuali mencoba melibatkan diri dalam comunitas yang sebelumnya hanya bannernya saja yang kupampang di blogku. Paginya aku temukan pic jari ucapan dirgahayu yang sesegera mungkin aku tempel lewat PC di kantorku. Hingga sampai siang telah ada 3 comment yang mampir dan tiba-tiba ...

“Mas kok sudah di publish entry 17-annya” Ucap Yaya rekan blogger di YM seketika
“Loh bukannya sekarang publishnya” Tanyaku tak kalah bingung

Serta merta yaya mencopykan semua informasi di blogfam. Tanggal 24 mestinya! Duh!

“Trus” tanyaku minta saran
“Hapus aja dulu entar di publish nanti” Usul yaya.

Woaah! Apa daya ... kuikuti saran pendek ini.

.....

Kalaupun pada akhirnya KDPI-ku diletakkan sebagai juara 2 lomba entry 17-an, segenggam terima kasih ingin kuucap. Diriku melihat bahwa kemenangan ini bukanlah kemenangaku seorang, bukan pula kebanggaanku semata. Kurasa ini kemenangan bersama! Betapa tidak. Ditengah marutnya keadaan bangsa ini ternyata ada satu komunitas yang dengan caranya sendiri memberi warna pada kata kemerdekaan melalui kreatifitas dan erat genggam tangan antar penghuninya. Satu komunitas yang bernama BLOGFAM yang mengusung kata “we’re virtual family”, mampu menopang kebersamaan kecil tanpa riuh namun sarat arti ... suatu hal yang luar biasa yang patut untuk diberikan kemenangan dan kebanggaan.


Meski kita hanya saling mengenal dalam satu rangkaian kata di dalam dunia maya namun untainnya mengikat hati dan menggenggam arti bahwa kami di sini tidaklah sendiri!

[Sahabat-sahabat terima kasih atas ucap dan hangat sapamu. Kita rayakan kemenangan kita bersama ini dengan satu panjat doa syukur]

posted by kinanthi sophia ambalika @ 9/01/2005 08:23:00 AM -

0 Comments:

Post a Comment

<< Home