Thanks to You ….

Saturday, March 12, 2005

By Sam (110305.7.15)
http://catetan-rere.blogspot.com/
[Click the Title: Rere will be smile]

Tepatnya awal Desember 2004 lalu, setelah reuni SMA digelar di Harzt Chicken Pasar Festifal Kuningan. Kutemui lagi Rere, rekan sekolahku di Yahoo Messenger. Dia bukan saja sekedar teman SMA, jauh dari itu. Rere sudah aku kenal sejak TK. Gadis kecil paling cantik di kelas. Semua terpesona dengan rambutnya kemerahannya dan kulit yang jelas berbeda anak Jawa lainnya. Perbedaan mencolok yang amat sangat membekas. Termasuk juga gelarnya sebagai Miss Crying. Baru setelah reuni tempo hari aku mendapat jawaban memuaskan kenapa Rere selalu tak lepas dari tangan mamanya dan memaksa pulang dengan mata basah dan wajah ketakutan. Semua hanya karena …. Bahasa! Oh! Ternyata bahasa Jawa bukanlah bahasa ibunya. Bisa dimengerti kenapa saat itu dia seakan tak sepaham dengan kami. Menjadi suatu akhir cerita sehingga hal kecil ini menjadi satu olok-olok yang menarik bagi kami. Hebatnya Rere masih ingat akulah yang paling getol melakukannya. Benarkah. Aku tersanjung!

Di SD Rere tetaplah yang tercantik. Sayang dia lebih memilih rekanku Arif yang pandai badminton untuk duduk sebangku dengannya daripada aku yang langganan juara kelas. Mungkin keusilan dan kecerewetanku lebih merupakan musibah bagi dia daripada suatu hadiah. Aku mau bilang apa. Waktu berlanjut di SMP dan SMA, Rere makin menunjukkan dirinya. Di testimonial Friendsternyapun semua kata teman-temannya kuamini. Ree kini tak jauh dari Rere yang aku kenal sejak kecil dulu. Hanya satu kata yang bisa kuberi : Salut!

Dari chat di Yahoo Messenger hari itu Rere mengenalkanku pada Blog. Media asing yang kupandang dengan kernyitan dahi. Mungkin bukan aku kalau tak banyak tanya dan tanya. Hingga Rere memberi solusi jitu:

“Coba aja dulu deh!”

Kubaca tuntas blog punya Rere. Menarik dan jujur. Dunia kata yang sejauh ini hanya bisa aku simpan bukan dibagikan. Dunia kata yang telah aku lupakan bersama semangat menulisku yang hilang. Hilang karena hampir seluruh tulisan yang pernah kubuat terhapus saat CPU machintoshku dipinjam temen kampus. Bukan saja tulisanku yang tak bisa kembali tapi juga rasaku.

Menjelang liburan akhir tahun kumulai sign up blogger dengan keinginan untuk tak menyimpan kata-kata sendiri. Namun tak banyak yang bisa ku tulis kecuali posting cerita-cerita jiwa yang kukumpulkan dari setiap email yang aku terima. Blogkupun tak lebih dari template belaka. Tak ada yang istimewa. Tapi aku coba berbesar hati mempromosikannya. Satu hal yang tak disangka saat Menerima SMS Nien-Nien. Temen yang aku kenal di friendster dan tak lain adalah adik kelasku semasa kuliah di Petra dulu. Testimonialku adalah yang ke 150 baginya. Wow! Dan dorrprize yang diberikan cukup mencengangkan. Nien-nien akan merenovasi blogku. Segala macam bentuk komunikasi standart di layoutnya. Demikian juga dengan Mamato, Jarak kantornya yang hanya berapa blok meluasakan aku untuk berkonsultasi masalah perblog-an. Rasanya tak habis keduanya memberikan bantuan teknis untuk media satuku ini.

Aku cukup tercengang dengan jalannya waktu. Semula blog yang kupandang sebagai media narcist pengukuh rasa ego penulisnya ternyata semua tak sepenuhnya mendapat anggukan kepala. Bahkan bagi diriku sekalipun. Lambat tapi pasti hasrat menulisku kembali mencair dan menetes. Kepalaku tak henti memikirkan, ber-ide dan berimajinasi. Aku di halau kembali ke dunia yang selama ini aku tinggalkan. Bukan untuk mengagumi hasil diri tapi membagi apa yang kini tak lagi cukup untuk aku simpan. Bola salju makin menggelinding ke bawah. Beberapa rekanpun mulai mencoba dan mendapatkan media guna menunjukkan expresinya, meninggalkan jejak jati diri.

Saat ku-posting tulisan ini aku akan segera mengunjungi blog Rere dan melink-nya, membuzz nya di yahoo dan mengatakan

“Re, ….. aku telah mencobanya!”

Mungkin Rerepun akan lupa dan tak mengingat ucapannya dulu. Namun usahanya untuk mengenalkan aku dengan blog. Menjadi satu bulan madu yang manis untuk diingat. Dan menjodohkan aku kembali dengan keasyikanku.

“Thanks to you, Re….”
“Nien, Mamato ….. It’s not about my writing it’s about my life…..! thanks to you too…..”

posted by kinanthi sophia ambalika @ 3/12/2005 09:18:00 AM -

7 Comments:

Blogger rere said...

hehehe, bambang, im so flattered. seneng sekali kamu bisa jadi blogger juga akhirnya, kamu menjiwai blog mu hehe. aku pun gitu, saat ini gk ada bedanya alam pikir ku dengan blog ku, bersinergi.

wah aku paling cantik ya dulu? salah ndiri kamu gk beranian macari aku :P

keep on blogging ya mbang...

10:05 PM  
Blogger Goiq said...

heuheuheue... kenapa ngga di lanjutin aja sam ?? apa sudah telat ?? hohoho

11:50 AM  
Blogger mamat ! said...

mungkin elu akan mengalami KLBK : Kenangan Lama Bersemi Kembali

12:26 PM  
Blogger kinanthi sophia ambalika said...

Duh duh duh..... gimana re ????
kekekekeke

2:06 PM  
Blogger .:nien:. said...

ngeblog secara tidak diduga juga membuat saya ... hihihihih .... merasa luarrrr biasaaaa, apalagi kalo ada yang shout. Update dong .. Update! Kyknya ada yg nungguin tulisan saya (duhhh GR bangeddd!!!)

5:29 PM  
Blogger rere said...

wah gmn ya...
lha kamu sendiri gmn mbang?
ehm ... ehm ...
jadi gimanaaaa gituh...

11:38 PM  
Blogger kinanthi sophia ambalika said...

kekekekekekekekeke (*smile mode on

8:24 AM  

Post a Comment

<< Home