’Amartapura’ Karaoke

Sunday, March 20, 2005

By Sam (190305.10.32)
[Click the Title: Welcome to the Amartapura Karaoke]

“Ajari tante dong bagaimana menyanyi yang benar!“
“Ya … duh gimana sih ambil nafasnya…” Yang lain menimpali tak kalah semangat

Wah ... acara karaoke sore ini akhirnya menjadi Coaching Class singkat. Aku tak heran! Demikian juga dengan tunangan Bro-ku yang ikut hadir.

Bro-ku tak pernah diragukan dalam urusan menyanyi. Luar biasa, hanya itu kataku kala dia mulai ambil suara. Lagu menjadi berjiwa begitu dilagukannya. Satu talent yang membuat beda diantara kami. Membuatnya sedemikian lebih diterima karena kelebihannya itu, menjadikannya hidup dengan kagum dan tepukan. Saat aku hanya mahir dengan lagu-lagu standart sekitar jangkauan suaraku, dia bisa lebih terdiversifikasi disemua jenis musik bahkan di lagu-lagu yang baru dia dengar sekalipun. Aku hanya menyerah dalam ke jealous-an. Beruntung sekali dia tak mengenal Blog, media lain yang jauh dari talentnya. Tempat aku lebih bisa mengenal dunia yang kumau.

Kedatangan kami di ‘Amartapura’ karaoke … begitu aku sebut tempat itu, bukanlah yang pertama kali. Bukan seperti Nav-Nav atau Happy Puppy Karaoke yang umum bisa kunjungi. Tempat ini merupakan karaoke pribadi ini milik seorang teman, berada di puncak apartement Amartapura Apartement Karawaci. Ruang berukuran 3 X 5 ini terasa begitu wah dengan layar projector raksasa, mixer dan segala tetek bengek sound system canggih yang dikendalikan dari remote seukuran PDA! Hebatnya ada kurang lebih 500 keping DVD disana dengan ribuan lagu di dalamnya. Kitapun bisa merekam lagu dan suara kita langsung ke dalam CD. Surga kecil bagi kami yang Banci Karaoke!

Coaching Class ini terasa makin panjang, beberapa family teman kami malah ikut bergabung. Beberapa lagupun dicoba. Aku dan tunangan bro-ku terisolir dari topik pembicaraan dan nyanyian.

”Mbak bagaimana kalau suvenir weddingnya nanti, VCD photo session pre wedding kalian saja“ Ujarku mulai beride membuang kebosanan. “Suara bro khan bisa jadi background!”
”Ah ....“ Mata tunangan bro-ku jelas menyiratkan satu pertimbangan dalam, satu ketertarikan. ”Boleh juga tuh, trus bikinnya dimana?
”Loh tempetku khan bisa!“
”He.... he….,” Tuangan bro-ku berkomentar singkat penuh makna.
“Napa hehe?”
”Undangan dah di kamu, dokumentasi juga trus sekarang souvenir apalagi nanti?“
”Kalian dapat murah khan,“ Jawabku tak mau kalah.
”Dasar otak dagang!”
“Ha..ha…ha……… “

Kubayangkan bila ruang karaoke ini bisa dikomersilkan. Berapa tahun ya balik modal. Mungkin malah gak worthed. Beruntung next song adalah laguku. Aku bisa sedikit meletakkan otak dagangku. Memakai mulut untuk sekedar menunjukkan aku juga bisa bersuara!

posted by Be Samyono @ 3/20/2005 07:16:00 PM -

1 Comments:

Blogger mamat ! said...

iye deh yang suaranya gape, sampe beda tipis sama Bajuri. he he he he he

8:46 AM  

Post a Comment

<< Home