Selingkuh Itu Letaknya Di Awan

Thursday, February 22, 2007

By Sam (22022007-19.44)
Ceritaku


Dalam tas ranselku berjejal pakaian kotor, handuk dan sepatu. Berat dan masih tergantung dipundak kiriku. Kuusap rambutku yang belum sempet aku sisir. Kurapikan segera dengan jari-jariku. Dari pantulan kaca lift ini aku lihat sosokku yang bukanlah diriku. Berjeans belel agak longggar dengan kantong tersebar, kaos oblong putih berangkap jaket tebal merah menyala dan sepatu kickers tanpa tali. Sementara sekantong dunkin donnut tergenggam di tangan kananku. Mmm ... tak semestinya aku memakai pakaian seperti ini di umurku, batinku menilai. Tapi entah mengapa justru aku menikmatinya. Tak ada hitungan menit lift telah sampai dilantai dasar meninggalkan gym tempat aku sepanjang sore ini memeras keringat.

Hujan tak turun malam ini, namun bukan berarti rambatan kemacetan ajalan utama kota ini pudar. Dan bukan berarti pula kesesakan akan terpinggirkan. Tiba-tiba saja aku berkeinginan untuk duduk di kursi beton di bawah deretan palem bersama berbelas orang yang tersebar dengan tujuan masing-maning untuk sekedar menikmati suasana jalanan malam ini. Jauh untuk membayangkan tempat ini senyaman jalan-jalan di Bukit Bintang Kuala Lumpur dimana kita bisa bersantai di tepi jalan dengan lingkungan yang tertata. Asap, ketidak aturan, ketidak disiplinan dan riuh klakson justru menjadi hiasan mosaik yang menyesakkan disini. Kembali aku dapati sosokku bukanlah diriku. Sosok yang duduk bengong tanpa berbuat apapun. Hal yang selama ini aku benci dan aku kunci dengan label: pemalas! Tapi entah kenapa kembali aku menikmatinya.

”Bagaimana dia?”
”Sangat hot”
”Istrimu tahu”
”Gila apa, bisa mampus aku kalau dia tahu”
”Sejauh mana hubungan kalian?”
”Sttttt ... ”

Angin menghembuskan kabar yang pribadi diantara berbelas orang yang duduk disitu tanpa disengaja. Kabar yang tak seharusnya di dengar oleh umum. Kabar perselingkuhan! Pikiranku berjalan seperti puzzle yang mulai menata tebaran teka-teki tak terangkai. Selingkuh – mengapa selingkuh itu nikmat?

Simpul-simpul teka-teki mulai aku burai. Bisa jadi selingkuh itu seperti saat aku memakai pakaian ini atau duduk bengong disini. Sesuatu yang bukan diriku dan sesuatu yang berada diluar kebiasaanku. Meski berbeda namun ada kenikmatan disana. Kenikmatan semu yang jauh dari hal-hal nyata, kenikmatan yang membawa kita keluar dari rutinitas.

Bisa dibayangkan tak ada hal-hal yang pahit, perih dan menyecewakan yang biasanya dibagi bersama antara suami-istri, akan terbagi juga dengan seorang selingkuhan. Pendek kata hanya kata manis yang ada dalam perselingkuhan. Perselingkuhan letaknya di awan tidak demikian dengan perkawinan yang ada di bumi, di satu kehidupan nyata. Untuk itu jangan coba membawa selingkuh dalam satu tali perkawinan karena manisnya akan hilang dan pijakan awanpun akan terjatuh dalam liang kenyataan. Kenyataan bahwa kehidupan itu adalah sesuatu yang pahit.

Aku beranjak dari kursi betonku menyeret ranselku yang padat bawaan. Biarlah sesekali kuselingkuhi hal-hal diluar sosok yang menjadikanku bukan seperti diriku. Karena itu menjadi satu kenikmatan sesaat yang kubutuhkan. Tapi aku akan berfikir panjang bila berniat untuk menyelingkuhi perkawinanku. Meski perkawinan itu pada kenyataannya sesuatu yang pahit tapi aku akan menaruh sesuatu yang indah dan manis disana. Apalagi kalau bukan sebuah HARAPAN!

Labels:

posted by Be Samyono @ 2/22/2007 05:04:00 PM -

5 Comments:

Blogger unai said...

u re absolutely right bro.
benul itu selingkuh itu letaknya di awan, karena yang terlihat hanya indah saja...ugh lama gak ksini tulisan makin mantabs saja.

10:33 AM  
Blogger mamat ! said...

selingkuh itu apa ?.
BIla selingkuh itu berada di awan dan perkawinan berada di bumi, lalu apa yang berada di langit ?.

Setuju sama Unai ... makin mantap nih teman kita yang satu ini

10:16 AM  
Blogger Azhar said...

siapa yg selingkuh?...

sumpah bukan gw...hehe ngomong apaan ya gw

11:23 AM  
Blogger retnanda said...

hahahahaha...

no comments sam...

5:13 PM  
Blogger -i- said...

nyatanya tak sedikit selingkuh yang sudah membumi mas... :(

3:55 PM  

Post a Comment

<< Home